Tahun Pembelajaran Untukku.
September 27, 2008
Tahun 2008 ini merupakan tahun pembelajaran untukku. Tahun yang akhirnya membuatku tersadar akan arti sebuah hubungan. Baik dalam hubungan Persahabatan maupun Percintaan.
Pada 3 bulan pertama (Januari – Maret 2008), aku merasa seperti memiliki sahabat-sahabat terbaik dalam hidup. Sahabat-sahabat yang selalu setia menemaniku kemanapun aku pergi. Saat berbelanja, nonton, makan, karaokean dan sebagainya. Sama sekali tidak pernah terlintas dalam benakku akan adanya suatu AZAS MANFAAT didalam PERSAHABATAN yang ku jalani saat itu.
2 bulan berikutnya (April – Mei 2008), aku sudah tidak bekerja lagi (mengundurkan diri) karena alasan tertentu. Dan dari situlah awal pembelajaranku tentang arti Persahabatan bermula. Satu persatu sahabatku pergi meninggalkanku dengan berbagai alasan. Uang simpananku di Bank terkuras habis tak tersisa, hingga aku menjual barang-barang kesayanganku untuk memenuhi kebutuhan dirumah sehari-hari. Akupun terpaksa meminjam uang dari orang lain untuk membayar tagihan-tagihan, hingga akhirnya aku berniat untuk MENJUAL DIRIKU.
2 bulan berikutnya (Juni – Juli 2008), aku mengenal seseorang yang ku pikir bisa mengerti dan memahamiku. Seorang pria berusia 30 tahun berinisial “R” dan tinggal sendiri didaerah Bintaro. Saat-saat pertama begitu indah dan menenangkan pikiranku, hingga saat dia mengatakan bahwa aku adalah seorang PENIPU! Menurutnya, kasih sayang dan perhatian yang ku berikan kepadanya itu palsu! Jujur, aku amat sangat kecewa dan sakit hati. Hingga akhirnya aku putuskan untuk mengakhiri hubungan PERCINTAAN itu yang akupun bahkan tidak tahu kapan dimulainya. Tapi, permasalahnnya tidaklah selesai sampai disitu. Aku harus mengembalikan sejumlah uang yang pernah dia pinjamkan padaku untuk melamar beberapa pekerjaan baru. Meskipun aku tidak pernah memintanya, tapi aku sadar bahwa itu adalah kewajibanku.
1 bulan berikutnya (Agustus 2008), aku cukup merasa lega, karena aku diterima bekerja sebagai Guest Service (Pelayanan Tamu) disalah satu Apartemen di Jakarta. Meski penghasilan yang ku terima tidaklah sebesar sebelumnya, tapi yang terpenting bagiku adalah bekerja. Keyakinanku akan kelanggengan pekerjaan tersebut membuatku akhirnya memutuskan untuk memiliki MOTOR BARU dengan cara menyicil (kredit) selama 3 tahun. Orangtuakupun menyetujui dan berusaha mencari pinjaman uang untuk membayar UANG MUKA dan pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi). Singkatnya, motor barupun dikirim kerumahku. Akan tetapi, diakhir bulan Agustus, ketika aku pulang kerja, ku temui MOTORKU CACAT DIBAGIAN DEPAN. Ternyata, adikku jatuh ke dalam selokan di gang dekat rumah. Melihat tangis dan darah yang keluar dari kakinya, aku amat sangat tidak tega. Akhirnya, ku korbankan GAJI PERTAMAKU untuk biaya perbaikan motor dan pengobatannya. Rencana untuk menyicil hutang, pupus sudah.
Cobaan Tuhan tidak sampai disitu. 1 bulan berikutnya (September 2008), dibulan yang seharusnya aku khusyu’ menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, berubah menjadi keresahan dan ketidakberdayaan. Pagi hari di minggu pertama bulan September, ayahku PINGSAN tak sadarkan diri. Ibu dan adikku menangis karena takut ditinggal ayahku pergi dari dunia ini. Langsung saja kubawa ayahku ke rumah sakit terdekat. Begitu sedih dan mengiris hati ketika aku melihat kedua mata ayahku menangis dan terbaring lemas ditempat tidur dengan infusan dihidung dan tangannya. Disitulah aku berpikir dan bertanya-tanya UNTUK PERTAMA KALINYA, DIMANA SAHABAT-SAHABATKU???!!!
1 minggu berlalu dan ayahkupun mulai pulih dari sakitnya. Namun, cobaan kembali menghampiriku. Ibuku sakit dikarenakan penyakit MAAG dan HIPERTENSI yang dimilikinya. Tekanan darahnya naik hingga mencapai 200 (aku tidak tahu apa istilah ukuran dalam tekanan darah).
Belum aku melihat ibuku sembuh, cobaan dan musibah kuterima langsung olehku. Sepulang bekerja, tepatnya tanggal 23 september, aku mengalami KECELAKAAN di jalan Halimun (dekat Manggarai, Jakarta Selatan) Pukul 22.30 WIB. Dengan kecepatan cukup tinggi dan kondisi sedikit mengantuk, motorku menabrak trotoar jalan yang membuatku terpental dari motor. Sejenak aku tidak ingat apa-apa. Ketika aku buka mata, Darah dari kening dikepalaku mengalir cukup kental. Helm yang ku gunakan pecah, dan motorku hancur! Alhamdulillah aku bersyukur, masih ada beberapa orang pengendara motor yang menolongku dan mengusahakan agar motorku bisa digunakan. Dengan kecepatan motor yang perlahan, kondisi sekujur tubuh yang luka, serta tetesan darah dari kepala yang terasa sakit dan nyeri kurasakan, aku kuatkan diri untuk kembali pulang ke rumah. Sesampainya dirumah,Keluarga dan Tetangga menolongku. Dari mengantarku ke Rumah Sakit sampai kembali kerumah. Akibat kecelakaan ini, badan dan kepalaku terluka. Kepalaku dijahit sebanyak 15 JAHITAN! Kembali lagi aku bertanya-tanya UNTUK KEDUA KALINYA, DIMANA SAHABAT-SAHABATKU???!!!
Bagiku, semua kejadian yang ku alami diatas cukuplah ironis dan memberi banyak hikmah serta pelajaran berharga untukku. Untuk orang-orang yang pernah menjadi Sahabatku, AKU MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA jika tulisanku ini membuatmu merasa tidak nyaman. Untuk “R”, AKU MOHON MAAF DAN KESABARAN LEBIH. Bagaimanapun, hutangku adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Aku mohon pengertian kamu untuk kesekian kalinya. Dan untuk Para Pembaca, TERIMA KASIH karena sudah meluangkan waktu untuk membaca profil dan tulisanku ini. Terima kasih.
